Pain Customer Care:

RSUD Ciawi Beserta BPJS Kesehatan Tingkatkan Komitmen Perluasan Layanan Kesehatan

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Cibinong-Kabupaten Bogor, Mediasakti.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi bersama BPJS Kesehatan berkomitmen  dalam meningkatkan kualitas layanan terhadap peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hari ini, Senin (27/09/2021), keduanya melaksanakan penandatanganan adendum Perjanjian Kerja sama (PKS) terkait penambahan Klinik Nyeri. Yang dimaksud dengan Klinik Nyeri merupakan hasil inovasi dari RSUD Ciawi berupa Instalasi Manajemen Nyeri (IMANI).

Kegiatan penandatanganan addendum PKS antara Direktur Utama RSUD Ciawi M. Tsani Musyafa dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Ondrio Nas terselenggara di RSUD Ciawi.

Pada kegiatan tersebut dihadiri juga Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek Bona Evita. Pelaksanaan penandatanganan addendum PKS ini merupakan hal yang penting dalam upaya peningkatan pelayanan Program JKN-KIS.

Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek Bona Evita mengatakan, koordinasi serta mutu pelayanan terhadap pasien JKN-KIS harus terus ditingkatkan. Penandatangan addendum PKS pada layanan hemodialisa dan Klinik Nyeri merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah terjalin baik dengan RSUD Ciawi.

“Dengan terjalinnya kerja sama Klinik Nyeri dengan BPJS Kesehatan harapannya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien Program JKN-KIS yang mempunyai gangguan nyeri kronis,” begitulah tuturnya Bona.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Ciawi M. Tsani Musyafa menjelaskan, Instalasi Manajemen Nyeri (IMANI) atau dikenal dengan Bogor Pain Center RSUD Ciawi merupakan inovasi dari RSUD Ciawi, dan diakui oleh sebagai layanan dalam bentuk instalasi rumah sakit pertama di Indonesia yang memberikan layanan multidisiplin dalam penanganan nyeri.

“Selain instalasi, rumah sakit juga dilengkapi dengan alat medis yang yang cukup lengkap, Bogor Pain Center RSUD Ciawi juga dilengkapi fasilitas seperti ruang tunggu, ruang konsultasi, ruang persiapan tindakan, ruang tindakan, hingga ruang pemulihan demi menunjang pasien,” begitulah jelasnya orang no satu di RSUD CIAWI M. Tsani.

RSUD Ciawi, lanjut Tsani, telah membuka layanan Klinik Nyeri sejak tahun 2020 dan kini telah menjadi Instalasi Manajemen Nyeri pertama di Indonesia. Keluhan nyeri yang didapati pasien, yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari, bukan hanya mengobati sakitnya, akan tetapi menganalisa dari keluhan utama, lalu penyebab nyeri sehingga dapat ditentukan solusi atau treatment yang tepat.

“Di Bogor Pain Center RSUD Ciawi menyediakan pelayanan yang komprehensif tentang nyeri, sehingga kesembuhan dari rasa nyeri bukan hanya sementara,” terang Tsani.

Selanjutnya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Ondrio Nas menjelaskan, Klinik Nyeri bermitra dengan BPJS Kesehatan, hal ini merupakan langkah yang baik untuk Program JKN-KIS. Pelayanan nyeri menjadi pelayanan yang penting, karena sebagian besar pasien berkunjung dengan keluhan utama nyeri tapi tidak tahu penyebab nyeri tersebut.

“Dengan terjalinnya kerja sama pada hari ini maka pasien Program JKN-KIS juga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya nyeri tanpa memikirkan biaya yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Ondrio menambahkan, RSUD Ciawi sebagai rumah sakit Pemerintah tipe B ini terdapat Instalasi Manajemen Nyeri yang didukung dengan alat medis terlengkap dan dokter spesialis. Dengan terjalinnya kerja sama dengan BPJS Kesehatan diharapkan Klinik Nyeri dapat melayani serta mengatasi keluhan nyeri pasien Program JKN-KIS dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kepuasan peserta terhadap Pelayanan Kesehatan Program JKN-KIS, pungkasnya.

Jurnalis : Jon Piter/Red

Sumber: mediasakti.id

Open chat